Bagaimana Saudara Membuat Standar Tentang Hubungan Seksual?

T:  "Apa yang Tuhan katakan tentang banyaknya jenis hubungan seksual? Apa yang menjadi nilai-nilai moral Tuhan untuk seks?"

J kita:  Banyak orang menentukan hubungan seksual mereka berdasarkan standar pribadi nilai-nilai moral mereka sendiri. Tentu saja ini adil karena disatu sisi seks adalah suatu tanggung jawab pribadi dan harus ditentukan secara pribadi juga. Di sisi yang lain seks biasanya melibatkan dua orang. Jadi itu tidak hanya masalah stsaudarar pribadi bukan?

Beberapa orang mengatakan bahwa hubungan seks boleh dilakukan jika saudara mencintai orang tersebut. Yang lain menambahkan bahwa itu boleh dilakukan jika dalam suatu hubungan yang memiliki komitmen. Tetapi banyak orang berpendapat bahwa baik komitmen atau cinta itu perlu. Kegembiraan dan kesenangan semata-mata hanya memberikan alasan yang cukup untuk hubungan seksual.

Ada banyak orang yang berpikir bahwa tak seorangpun memiliki hak untuk membuat stsaudarar tentang seks dan itu harus ditinggalkan dalam hal: hubungan seks dengan sesiapapun adalah benar.

Bagaimana menurut saudara? Apakah hubungan seksual itu dapat dilakukan jika:

  • dengan seseorang pada masa pacaran pertama? Ya Tidak
  • dengan seseorang yang sudah berpacaran dengan saudara selama empat bulan? Ya Tidak
  • dengan lawan jenis? Ya Tidak
  • dengan sesame jenis? Ya Tidak
  • dengan satu kelompok? Ya Tidak
  • dengan orang tua? Ya Tidak
  • dengan seseorang yang sedang mabuk atau tidak sadarkan diri? Ya Tidak
  • dengan seseorang yang secara tidak sadar diberi ekstasi? Ya Tidak
  • dengan seseorang yang memiliki sebuah "STD" tetapi tidak memberitahu saudara? Ya Tidak
  • dengan seseorang yang terjangkit HIV tetapi tidak memberitahu saudara? Ya Tidak
  • dengan saudara laki-laki atau perempuan? Ya Tidak
  • dengan seseorang yang berusia 15 tahun? Ya Tidak
  • dengan seseorang yang sudah menikah dengan orang lain? Ya Tidak
  • dengan seseorang yang sudah menikah tetapi berencana untuk bercerai? Ya Tidak
  • dengan seseorang yang berusia 3 tahun? Ya Tidak
  • dengan seseorang yang melawan terhadap berbagai keinginan mereka? Ya Tidak
  • dengan seseorang yang tidak menikah tetapi saudara sudah menikah? Ya Tidak
  • dengan mayat? Ya Tidak

Saudara dapat melihat bagaimana membingungkannya hal tersebut. Apakah "hubungan seks dengan sesiapapun" masih menjadi suatu ukuran yang benar? Banyak diantara kita yang ingin menetapkan batasan di bagian tengah suatu tempat: "Saya tidak memiliki stsaudarar. Saya pikir x,y dan z sedang sakit. Tetapi tidak ada yang salah dengan yang lainnya".

Sejujurnya kita semua memiliki sedikit kriteria yang berpusat pada diri sendiri mengenai seks. Berapa banyak diantara kita yang menentukan stsaudarar kita mengenai seks berdasarkan hal terbaik untuk orang lain? Hmmmm?

Jadi standar apa yang Tuhan berikan bagi kita?

1. Seks adalah salah satu topic yang dibahas pada permulaan bagian Alkitab. Tuhan merancang seks untuk dinikmati oleh seorang laki-laki dan seorang perempuan sebagai suatu ungkapan kesatuan yang abadi di antara mereka, dimana keduanya akan "menjadi satu daging". Dan tidak ada orang lain di luar hubungan mereka yang menentang hubungan tersebut atau mencoba untuk menghancurkannya.

2. Beberapa area seks yang tidak dibenarkan oleh Tuhan: hubungan seks antar saudara, hubungan seks dengan binatang, hubungan seks dengan seseorang yang tidak menikah dengan saudara, dan hubungan seks dengan seseorang yang menikah dengan orang lain. Semuanya dianggap sebagai sesuatu hal yang tidak bermoral dan salah di hadapan Tuhan. Sesungguhnya semua dosa kita (tidak hanya dosa seksual) adalah suatu penghinaan yang nyata terhadap Allah yang suci. Seperti contohnya, kita diminta untuk menjauhi "percabulan, kenajisan, hawa nafsu, keinginan jahat dan ketamakan, menyembah berhala, kemarahan, kedengkian, fitnah dan kata-kata yang kotor..." Bahkan sekarang tak seorangpun yang hidup dapat mengatakan bahwa mereka dapat hidup dengan bersih dan bebas dari dosa-dosa tersebut. Tuhan mengatakan bahwa kita semua berdosa, tetapi kerinduanNya adalah supaya kita tidak membiarkan hidup kita dipenuhi oleh pecabulan, kenajisan, hawa nafsu, kemarahan, dan lain lain. Dan mungkin saudara akan setuju denganNya.

Tuhan rindu untuk datang ke dalam hidup kita masing-masing dan memiliki suatu hubungan yang dekat dengan kita, melindungi kita dalam apa yang benar dihadapanNya, sehingga kita dapat mengalami apa yang Yesus sebut dengan "hidup yang berkelimpahan". Dia menggambarkan apa yang Dia ingin kita alami dalam hidup ini: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, dan pengendalian diri. Dan ketika kita masuk dalam hubungan dengan Dia maka Dia akan memberikan kualitas hidup tersebut kepada kita. (Ingat saya tidak mengatakan bahwa Ia menuntut kita menjadi orang yang penuh kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, dan baik hati.) KasihNya, yang kita kenal melalui hubungan pribadi denganNya, akan mempengaruhi kita sehingga kita dapat berada pada suatu tingkatan kasih yang lebih tinggi kepada orang lain, menjadi sabar terhadap orang lain, memperlakukan satu sama lain dengan hormat, dan lain-lain. Suatu hubungan dengan Tuhan akan menjadi sangat berharga dan demikian luar biasa sehingga akan mempengaruhi hubungan kita dengan orang lain juga.

Berikut ini merupakan pernyataan khusus yang menunjukkan pikiran Tuhan tentang seks:

"Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri" (1 Korintus 6:18).

"Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan, bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah, dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya" (1 Tesalonika 4:3-6)

"Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah". (Ibrani 13:4)

Kirim artikel ini

Bagaimana memulai sebuah hubungan dengan Tuhan